Oleh Boy Leonard Pasaribu | Inilah – Rab, 23 Nov 2011
Konten Terkait
Perbesar FotoTimnas Sepak Bola dan Futsal Putra Diguyur Bonus
INILAH.COM, Jakarta - PSSI mengguyurkan bonus untuk seluruh pemain dan ofisial timnas Indonesia U-23 serta timnas futsal putra Indonesia atas prestasi mereka di SEA Games 2011.
Timnas futsal putra, yang meraih medali perunggu, mendapatkan masing-masing Rp 20 juta. Sementara untuk timnas sepak bola, yang menggondol medali perak, mendapatkan hadiah sebesar Rp 50 juta.
“Selamat kepada timnas futsal, yang bisa mengalahkan malaysia 3-2,” ungkap ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin di kediaman Arifin Panigoro, Jenggala, Jakarta, Selasa malam (22/11/11).
“Sejak seleksi awal sebanyak 50 orang sampai dengan SEA Games waktunya hanya tiga bulan. Meskipun demikian, kita bisa mendapatkan perak," ujarnya mengenai prestasi timnas sepak bola, yang tumbang lewat adu penalti di tangan Malaysia.
Penanggung Jawab timnas Indonesia, Bernhard Limbong, yang memberikan sambutan, mengatakan, "Para pemain sudah berjuang keras. Kami minta maaf tidak bisa memberikan emas kepada ketua umum, pengurus, khususnya Bapak Arifin Panigoro, sebagai pengayom dan yang memberikan uang saku kepada tim."
Para pemain yang rata-rata berusia 22 tahun itu juga menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap dua orang suporter sejati timnas Indonesia yang tewas saat berdesakan masuk ke stadion.
“Timnas dengan ketulusan akan membagikan sebagian uang sakunya untuk korban yang meninggal,” ungkap Limbong.
“Bonus ini atas nama PSSI. Diberikan kepada 27 pemain dan pelatih serta ofisial. Jumlahnya 41 orang. Semua sama, Rp 50 juta,” lanjut Jenderal Bintang Satu itu.
Oleh Husein Sanusi | TRIBUNnews.com – 16 jam yang lalu
Laporan Wartawan Tribunnews.com: Husein Sanusi TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Final Sepakbola Sea Games XXVI antara Indonesia kontra Malaysia masih menyisakan cerita diantara pendukung kedua kesebelasan. Jika Indonesia kehilangan nyawa suporter yang meninggal setelah terinjak-injak di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), kubu Malaysia juga kehilangan satu suporter.
Ahmad Firdaus bin Arham, suporter timnas Malaysia berusia 26 tahun, ikut menyaksikan laga final antara Indonesia kontra Malaysia di Stadion GBK, Senin (21/11/2011) malam. Namun hingga dua hari pertandingan tersebut selesai, Firdaus diketahui belum pulang ke Kuala Lumpur.
Kabar hilangnya Firdaus diketahui setelah Pegawai Konselor Dan Imigrasi Kedutaan Malaysia, Zuraya Yusuf, menghubungi Tribunnews, dan mengabarkan ada seseorang mengantarkan dompet milik Firdaus ke kantor Kedutaan Malaysia untuk Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (23/11/2011).
"Kemarin siang polisi yang bertugas di kantor kami memberitahu ada orang menyerahkan tas dan dompet milik warga Malaysia. Kami kemudian menghubungi kedutaan di Kuala Lumpur, dan Firdaus ternyata juga tengah dicari keluarganya," kata Zuraya.
Dari keterangan keluarga Firdaus, Zuraya menjelaskan Firdaus datang ke Indonesia untuk menyaksikan partai final Indonesia kontra Malaysia. Ia menambahkan, hingga kini keberadaan Firdaus masih menjadi tanda tanya, karena lewat dari dua hari pertandingan itu selesai, Firdaus belum pulang ke rumahnya.
Sayangnya Zuraya tidak memberi keterangan dengan siapa Firdaus datang ke Jakarta karena komunikasi dengan keluarga Firdaus terputus saat sedang dimintai keterangan. "Kami sudah berusaha berkali-kali menghubungi keluarganya, tapi nomor teleponnya juga tidak aktif," kata Zuraya.
Zuraya menambahkan dalam dompet milik Firdaus yang diserahkan warga ke keduataan Malaysia terdatap Identitas Card (IC) milik Firdaus, Kartu Kredit CIMB, Maybank, SIM dan uang sebesar enam Ringgit Malaysia.
Zuraya berharap bagi warga Jakarta yang menemukan Firdaus agar segera menghubunginya di nomor telepon 08170841920 atau menghubungi Pengurus Majelis Sukan Negara Malaysia (MSN) yang masih ada di Jakarta, Shukri Harun (082178037932 atau +60123549305) dan Azrul Moh Nur (082178037931).